Review: VIVA JKT48 (2014)

Perkenalan pertama saya dengan JKT48 dimulai pada suatu siang hari di tahun 2011. Saya hanya mengenal nama saja pada saat itu melalui sebuah forum/potral, Indowebster. Beberapa hari berselang, muncul iklan Pocari Sweat di TV yang dibintangi oleh mereka yang diakhiri dengan kata “Segera”, itu membuat rasa penasaran saya tergugah. Dimulai dari sana saya mencoba mencari tahu tentang mereka di YouTube, karena pada saat itu mereka belum memiliki lagu, maka saya mencari tahu dari sister group mereka di Jepang, yaitu AKB48. Di sanalah saya menemukan lagu yang berjudul Heavy Rotation dan dimulailah petualangan saya di dunia idol group.
Film diawali dengan para member (Melody Nurramdhani, Nabilah Ratna Ayu, Shania Junianatha, Haruka Nakagawa, Ayana Shahab, Cindy Yuvia, Rona Anggraeni, dan Shinta Naomi) keluar dari koper di tengah kandang komodo. Saat mereka kembali ke theater mereka dihalangi oleh satpam dan mengetahui bahwa theater mereka telah berganti nama menjadi BKT48. Sepanjang film, penonton disajikan dengan berbagai cara usaha mereka dalam merebut kembali teater kebanggaan JKT48.

Film berdurasi kurang dari 90 menit ini dipenuhi oleh banyak lelucon dan humor lewat interaksi para member dan penggemarnya. Meski plotnya sendiri tidak menawarlan sesuatu yang baru, namun bagi para fans dari idol group tersebut, VIVA JKT48 adalah sebuah tontonan yang menghibur karena pada dasarnya film ini adalah sebuah fan service dari JKT48 terhadap pengikut setianya. Tapi jangan khawatir bagi kalian yang tidak benar-benar menyukai mereka, karena VIVA JKT48 tetaplah menarik, meski tingkat kepuasan yang didapat tidak akan semaksimal dengan yang dialami para fans-nya.
Lalu bagaimana dari segi akting para anggotanya? Perlu diketahui, para pemeran utamanya sendiri baru melakukan debut layar lebar mereka di VIVA JKT48. Walau begitu, saya tidak memiliki masalah besar dengan kemampuan mereka. Ya, mungkin aktingnya memang tidak sespektakuler bila dibandingkan dengan film-film lain, tapi mengingat ini adalah pertama kalinya mereka terjun ke dunia sandiwara dan lewat persiapan yang terbilang minim, saya, sebagai fans, harus mengaku puas dengan hasil akhirnya.

SIMILAR ARTICLES
-
aliasjojoz
-
Achmad Satrio
-




































