Adalah sulit harus memilih sepuluh film horor terbaik saat banyak film horor mencekam dirilis tahun lalu. Namun, setelah berhari-hari bertapa di Gunung Kilimanjaro (hiperbola), akhirnya saya mantapkan hati untuk memilih sepuluh film horor berikut, yang dimulai dari nomor sepuluh hingga nomor satu:

10-lights-out

Saya akan merasa terteror saat karakter dalam film horor melakukan tindakan yang biasa saya lakukan ketika melihat wujud mencurigakan dalam gelap: menyalakan lampu. Yap, karakter dalam Lights Out melakukan itu. Meskipun bukan sutradara kawakan soal film layar lebar, film pendek bertajuk samalah yang sukses membawa David F. Sandberg menekuni layar lebar.


9-train-to-busan

Train to Busan — atau yang berjudul asli Busan Haeng — bisa dibilang sebuah “kejutan” pada 2016. Pasalnya, horor dengan injeksi zombie sebagai ide utama sudah mulai usang. Beruntung, Yeon Sang-ho berhasil meramunya dengan apik, yakni menyuntikkan adegan laga berkelas sekaligus intimasi ayah - anak yang membikin mata kamu kuyup.


8-the-wailing

Kalau mau dirunut, Na Hong-jin belum pernah menggawangi film horor. Dua film sebelumnya — The Chaser (2008) dan The Yellow Sea (2010) — jelas bukanlah film horor. Pun demikian, Hong-jin mencoba ranah baru. Meskipun belum bisa mengungguli dua film sebelumnya, setidaknya The Wailing menyuguhkan teror merambat pelan dalam durasi 156 menit.


7-the-witch

Trailer perdananya sanggup membuat bulu kuduk berdiri tegak. Sayang, filmnya sendiri tidak semenakutkan itu. Untung saja, atmosfer mencekam tetap terasa sepanjang film. Apalagi, untuk ukuran horor, percakapan dalam film arahan sutradara debutan Robert Eggers ini terbilang orisinal. Di lain sisi, atmosfer mencekam tersebut tidak lepas dari setting waktunya yang berlangsung pada abad ke-17, di mana listrik masih menjadi barang langka atau mungkin belum ada.


6-southbound

Sebagai horor omnibus, Southbound memang kurang santer di telinga orang banyak. Selain kurang mendapat publikasi, para pelakonnya juga tidak familiar di mata penonton. Namun, justru karena itulah ia muncul sebagai hidden gem yang dipastikan bakal memanjakan para pengultus film horor di luar sana. Di dalamnya, kamu akan mendapati lima cerita berbeda, tapi berkaitan satu sama lain.


5-the-autopsy-of-jane-doe

Boleh dibilang The Autopsy of Jane Doe juga salah satu horor yang “senyap” tahun silam. Bukan karena tidak mencekam, tapi karena ia muncul di penghujung tahun 2016 serta dirilis secara terbatas. Istilah “jane doe” sendiri berarti jenazah perempuan yang tidak dikenali sama sekali identitasnya. Akan tetapi, mencari tahu siapa jenazah yang tergeletak di meja besi otopsi bukanlah fokus utama film, melainkan mencari tahu kenapa sang jenazah tewas — sampai dua dokter bedah di tempat tersebut menemukan satu per satu keganjilan yang sulit dijelaskan dengan akal sehat.


4-under-the-shadow

Tak mudah memang membesarkan bocah perempuan di tengah bejibun masalah krusial mengitari sekeliling dari hari ke hari, setiap detik. Itulah yang dirasakan Shideh, ibu muda yang harus membesarkan anak satu-satunya bernama Dorsa. Mengambil setting waktu pasca revolusi Iran sekaligus penanda dimulainya perang dahsyat Iran-Irak, ibu muda ini berhadapan langsung dengan kengerian politis, ancaman kematian, masalah akademis hingga cekcok rumah tangga. Berbekal special effects yang minimalis, Under the Shadow sangat mumpuni menakuti-nakuti tanpa perlu jump-scare overdosis.


3-the-conjuring-2

Saya kira James Wan sukses membawa horor ke level berikutnya. Camerawork yang keren, jump-scare yang tersebar sambil diiringi instrumentasi prima, The Conjuring 2 tampil lebih baik daripada prekuelnya. Yang lebih asik lagi, kini kamu sudah lebih dalam mengenal duo eksorsis Ed dan Lorraine Warren, yang konon diadaptasi dari sosok sungguhan di dunia nyata.


2-dont-breathe

Adalah kali kedua kolaborasi Fede Alvarez dan Jane Levy dalam film horor. Sebelumnya, mereka berkolaborasi dalam horor daur ulang underrated bertajuk Evil Dead (2013). Walau mengusung tema lumrah home-invasion, tanpa diduga, Don’t Breathe sukses membuat saya ketar-ketir selama 88 menit. Bahkan, dengan tingkat kebrutalan di bawah Evil Dead, ia masih sanggup menyuguhkan teror maksimum. Tidak lupa, performa Stephen Lang yang memang harus diacungi dua jempol.


1-10-cloverfield-lane

Lupakan segala hal buruk yang kamu pernah dengar soal 10 Cloverfield Lane. Walaupun tak memiliki hubungan langsung dengan Cloverfield (2008) dan disutradarai oleh orang yang berbeda, film horor berbalut science-fiction ini sungguh terampil menyembunyikan banyak hal sedari awal, hingga kamu dihadapkan pada plot twist — meskipun segelintir orang menyebutnya “kontroversial” — yang mengejutkan. Bukan cuma itu, dengan mengambil lokasi di satu tempat saja dan hanya tiga karakter, film arahan Dan Trachtenberg ini punya naskah yang cerdas. Ia sajikan petaka lewat percakapan demi percakapan, lalu membiarkan imajinasi penontonnya bermain. Sungguh tak keliru saya menempatkan horor ini pada nomor wahid.