Review: Game Of Thrones - Season 3
Perhatian : Review dibawah ini mengandung spoiler yang bisa saja berat dan ringan, harap menanggung resiko sendiri dalam membaca review ini.
Naga, raja, sihir, pedang, darah, binatang buas, zombie es, pengkhianatan, semua dari kata-kata tersebut bisa mewakili apa yang terjadi di negeri nun jauh westeros dimana semua hal bisa terjadi dalam perang, cinta dan konflik demi memperebutkan tahta King’s Landing. Berikut saya akan mereview apa yang terjadi di season 3 pada semua House besar yang menumpahkan segala harta dan darah yang mereka punya demi tahta Raja Westeros.
Review ini tidak disponsori oleh :

House Lannister
House dengan sigil singa, house paling kaya se-westeros ini adalah House yang sedang memegang tahta dengan Raja Joffrey sebagai pemimpin tertinggi ( Bohong sih, si bocah haram ini cuman jadi pemegang tahta doang, yang ngambil keputusan kakeknya Tywin Lannister The Hand of King). Tywin yang mengatur perang melawan House Stark dari utara berhasil memenangkan perang dengan sebuah plot licik nan sadis bernama Red Wedding, dimana keluarga Stark yang sedang merayakan pernikahan Edmure Tully dengan Roslin Frey, dibantai oleh pasukan Walder Frey karena dia tidak terima dengan janji pernikahan antara Robb Stark dengan salah satu anaknya yang dilanggar ketika Robb Stark menikah secara rahasia dengan Talisa Maegyr.

Ilustrasi Red Wedding, it’s just, unacceptable in all kinds of way
Selain itu Cersei dan Tyrion Lannister dijodohkan dengan Loras Tyrell dan Sansa Stark untuk melengkapi ikatan antara keluarga Lannister dengan keluarga Tyrell dimana Joffrey Lannister, sang raja akan menikah dengan Margaery Tyrell.
Lalu kembali pada kisah Jamie Lannister, the Kingslayer yang ditangkap oleh keluarga Stark yang lalu dibebaskan oleh Catelyn Stark. Perjalanannya untuk kembali ke ibukota kerajaan membutuhkan pengorbanan yang besar, tangannya dipotong hingga puntung oleh anak buah Vargo Hoat yang menangkap dia dan companionnya Brienne of Tarth. A little bit of information katanya sih Jamie bakalan berubah setelah depresi karena merasa kehilangan semuanya setelah tangan kanannya dipotong.
Jamie Incester yang malang…
House Stark
Mungkin season 3 ini adalah season terakhir dimana keluarga Stark akan dianggap, karena setelah peristiwa Red Wedding, house of stark otomatis sudah dianggap tidak ada dalam peta peperangan. Robb Stark sepanjang season ini sudah membuktikan kemampuan dari pasukan serigalanya, hanya saja memang George R.R Martin, pengarang dari bukunya adalah orang yang keji yang memaksa kita untuk melihat kejatuhan salah satu tokoh paling protagonis di series ini.

Belum winter, belum waktunya Stark untuk membalikkan segalanya
Enough with Robb and Catelyn yang merasakan kejinya perang, sekarang kita melihat kepada 4 anak Ned Stark yang tersisa, Sansa, Arya, Bran, dan Rickon.
Seperti sudah disebutkan di atas Sansa dipaksa menikah dengan Tyrion Lannister, the half-man, yang mana bisa jadi hal yang baik dan juga buruk untuk Sansa. Di sisi baik nya, Sansa bisa merasakan rasa aman hidup di King’s Landing, sisi buruknya dia tahu bahwa dia sebenernya hanya menjadi induk semang paksa untuk keturunan dari Lannister yang akan diplot sebagai pemimpin di Utara Westeros.
Arya bisa dibilang yang menerima nasib terburuk dari semua anak Stark, setelah kabur dari King’s Landing, dia dan teman-temannya harus terlibat dalam berbagai hal, mulai dari Brotherhood without banners, the red witch, dan yang paling mengerikan menyaksikan abangnya Robb yang dipenggal lalu di tempelkan kepala serigala peliharaannya di lehernya. Tapi dari sini kita bisa lihat bahwa dendam yang tumbuh dalam dirinya akan membuat Arya memiliki peran yang besar di masa depan sebagai “Avenger” dari apa yang telah terjadi sekarang, mungkin dengan bantuan Sandor “The Dog” Clegane.

Di season ini baru 1 orang sih…
Dan yang terakhir adalah Bran dan Rickon Stark. Bran yang mengalami mimpi-mimpi tentang Gagak bermata tiga harus mulai menjelajahi kemampuan yang dia miliki sebagai warg, kayak penyihir Beastmaster gitu dia bisa masuk ke dalam diri binatang dan mengendalikannya. Maka Bran, Rickon, Hodor salah satu pembantu setia stark, Osha, wildlings yang jadi temennya Bran dan Rickon, dan Meera dan Jojen Reed, kakak beradik yang ketemu di tengah jalan ke utara yang ternyata Jojen reed punya kekuatan untuk melihat banyak hal melalui mimpi. Mereka pada awalnya ke utara untuk bertemu Jon Snow abangnya di Castle Black, hanya saja setelah mimpi akan gagak dan bertemu dengan Jojen Reed, Bran akhirnya tahu akan takdir dirinya dan kekuatannya.
Kira-kira kayak gini
Bisa dibilang keluarga Stark bisa terhapus dari sejarah di Westeros, dan hanya anak-anaknya yang masih hiduplah yang mungkin bisa menulis sejarah baik keluarga Stark kembali.
Daenerys Targaryen across the narrow sea
Daenerys targaryen dalam perjalanan membuat sebuah pasukan yang cukup besar dan kuat untuk merebut tahta Westeros kembali ke House Targaryen, ya dia punya 3 naga yang udah lumayan gede jadi segalanya lancar-lancar aja buat dia. Perjalanannya mulai dari ketemu dengan mantan Kingsguard Ser Barristan Selmy yang langsung pledged allegiance ke dia. Lalu ke Astapor, dia merebut pasukan budak kuat The Unsullied dari pemimpin di Astapor dengan naganya, gampang buat dia. Lalu Mencoba untuk mendapatkan bantuan dari mercenaries brutal The Second sons, yang dia dapatkan karena salah satu dari tiga pemimpinnya Daario Naharis yang terkesima kecantikannya membunuh kedua rekannya dan pledged allegiance dengan Daenerys, gampang. Dan yang terakhir dia membebaskan budak-budak dari Kota Yunkai, yang mana gampang ketika dia sudah punya Pasukan dari The Second Sons dan Unsullied.

Boom !
Nah akan sebesar apakah pasukan yang dikumpulkan Daenerys untuk mengklaim tahta Westeros kembali ?
Jon Snow, The nightwatch and The Wildlings
Pada season ini, Jon Snow, anak haram dari Ned Stark mendapat tugas khusus dari Qhorin Halfhand untuk menyusup ke dalam Wildlings yang ingin pergi melewati The Wall dan menyerang King’s Landing. Demi mendapatkan kepercayaan dari The Wildlings Jon pun membunuh Qhorin Halfhand, dan melanggar sumpahnya dengan bercinta dengan Ygritte yang menjadi kekasihnya disana. Lalu pada akhirnya Jon yang telah mempertaruhkan nyawa memanjat The Wall bersama Wildlings muncul sebagai pengkhianat dan menyerang The wildlings dengan bantuan Summer, Serigala adiknya Bran yang kebetulan ada di deket situ. Lalu Ygritte yang sakit hati karena cinta dan kelompoknya yang dikhianati memanah Jon 3 kali selagi Jon naik kuda kembali ke Castle Black, nah apakah Jon masih hidup ?! kita harus tunggu setahun untuk tahu.

LOL !
Bisa dibilang kalau kisah Jon di season 3 ini kayak sinetron, tapi kita bisa lihat setelah season ini dengan hilangnya banyak pemimpin dari The Nightwatch, Jon bisa menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi The Nightwatch Commander, kalau masih hidup.
Other Parties
Selain pihak - pihak diatas ada juga beberapa orang yang menjadi POV pada season ini seperti Samwell Tarly, Stannis Baratheon, dan tentunya Theon Greyjoy.
Samwell Tarly, salah satu anggota Nightwatch yang masih hidup setelah pertempuran The fist of the first men, yang ikut pergi menyelamatkan diri ke Craster’s keep, dimana dia yang kabur dengan salah satu istri dari Craster setelah para anggota Nightwatch cekcok dengan si tua Craster yang punya rumah. Gilly yang baru saja melahirkan anak laki-laki takut kalau craster akan menggunakan anaknya untuk tumbal kepada Night walkers, zombie es yang muncul di utara dari the wall. Sam pun lari dengan Gilly untuk kembali ke Castle Black, nah ternyata Sam punya pisau Dragonglass yang dia temukan di pertempuran Fist of the first men yang akan menjadi kunci untuk mengalahkan Nightwalkers yang mulai marching ke selatan.

Beware Southeners !
Stannis Baratheon sedang merencanakan pembalasan setelah kalah karena kecerdikan dari Tyrion Lannister yang menggunakan wildfire untuk mengalahkan pasukannya di season 2. Sama seperti season 2 dia juga masih mengandalkan sihir dari the Red Witch Melissandre, pada season ini dia menggunakan sihir lintah yang diberi darah Gendry, anak haram raja Robert Barratheon yang dia culik. Nah sihirnya sendiri gak tahu berhasil atau enggak, dari 3 orang yang namanya disebut saat lintah dibakar, baru Robb Stark doang yang mati, dan belum tentu matinya gara-gara sihir dia. Dan bisa dilihat dari adegan episode terakhir di season ini Stannis dan Melissandre sedang merencanakan serangan berikutnya.
Kurang lebih bisikannya The Red Witch itu kayak gini
Yang terakhir adalah Theon Greyjoy, setelah musim lalu dia dengan seenak udel menghancurkan Winterfell yang tanpa penjagaan sekarang dia menerima hukumannya. Dia disiksa oleh Ramsay Snow, anak haram dari Roose Bolton, mulai dari jarinya yang dipotong, kakinya yang dibor, dan yang paling mengerikan adalah kelaminnya yang dipotong. Motif Ramsay Snow sendiri sebenarnya adalah untuk menghilangkan para Greyjoy dari daerah Utara terutama Winterfell, dan pada episode terakhir kita bisa lihat Balon Greyjoy, ayah Theon yang dikirimkan kotak berisi kelamin Theon dan memintanya untuk menarik pasukan Greyjoy dari daerah Utara. Hanya saja Balon Greyjoy menolak karena emang udah gak nganggap Theon sebagai anaknya lagi, untungnya dia masih punya kakak, Yara Greyjoy yang peduli dan membawa pasukan dan kapal tercepat Greyjoy untuk mencari dan menyelamatkannya.

Conclusion
Kita tahu bahwa cerita adaptasi seri novel A song of ice and fire ini adalah sebuah cerita kolosal hebat yang berisikan banyak hal yang melewati batasan moral manusia modern, dan disitulah daya tarik dan juga daya tolak dari series ini. Season yang diangkat dari seri ketiga novelnya, yaitu A storm of Swords ini memuat intrik-intrik dari perang pada jaman Medieval dengan begitu mendetail dan spesifik. Ceritanya begitu dinamis dan tidak tertebak, seolah-olah kita sedang benar-benar menyaksikan sebuah perang yang begitu keji. Buat yang belum nonton Game of Throne, ini salah satu series terbaik yang pernah dibuat, cepetan ikutin mumpung break, buat yang udah nonton, now our wait for the next season begins.
Akankah dia mati di season berikutnya ?! Pinginnya









































