Review: John Wick (2014)

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin bertanya dahulu: Kamu pasti kangen Keanu Reeves kan? Pria yang sudah lama tidak santer namanya itu kini telah kembali ke layar lebar sebagai John Wick — mantan pembunuh bayaran yang berniat membalas dendam pada kawan lama. John Wick disusun secara prediktif, sehingga penonton tahu akan dibawa ke mana olehnya. Namun, bagaimana David Leitch dan Chad Stahelski — para koregrafer andal yang juga pernah terlibat dalam trilogi The Matrix — menggawangi film ini.
Apa yang ditawarkan oleh Derek Kolstad dalam premis sebetulnya sangat sederhana, alias tidak ada yang spesial. Wick (Keanu Reeves) telah kehilangan segalanya, termasuk istri yang dicintainya. Namun, ketika segerombolan berandal mengganggunya, ia merasa seakan harus masuk kembali ke dalam “dunia hitam” yang sudah lama ia tinggalkan itu, yakni kembali menjadi pembunuh yang disegani sekaligus ditakuti oleh siapapun.
Hal yang patut diapresiasi di sini ialah, bagaimana John Wick dipamerkan kepada penonton. Mulai dari koreografi tarung yang brutal dan terbilang nyeni, hingga musik rock yang terus-menerus diperdengarkan dengan kencangnya sepanjang film. Sehingga, seolah membuat para karakter di dalamnya menari-nari indah dalam anarki yang dipertontonkan. Bahkan, tidak jarang para karakternya digambarkan sebagai siluet yang bergerak-gerak dengan cantiknya.
Tidak cuma itu, aktor yang pernah bermain dalam versi orisinal trilogi The Girl with the Dragon Tattoo, Michael Nyqvist, juga menyokong plot dalam balutan antagonis yang meyakinkan — bengis, haus akan kekuasaan serta mau menghalalkan segala cara. Di sisi lain, rupanya sentilan-sentilan dark humor juga tidak lupa disisipkan, yang sanggup membikin kesenangan menonton meningkat signifikan.
Alhasil, John Wick tampak berusaha keras mencoba menggeser beberapa rivalnya tahun ini dalam hal film aksi, seperti The Raid 2: Berandal maupun Lucy. Meskipun agak kurang berhasil dalam segi plot, John Wick sukses dalam banyak segi lainnya. Ia di-shoot dan dieksekusi dengan top, sehingga tampak solid secara keseluruhan: brutal, kelam, cadas dan, yang pasti, nyeni!
SIMILAR ARTICLES
-
http://sinekdoks.wordpress.com Sinekdoks





































